Home Home Hutang Lion Ratusan Triliun Dijamin Pemerintah

Hutang Lion Ratusan Triliun Dijamin Pemerintah

173
0

*Hutang Rusdi Kirana (Lion Air) Rp 614 Trilyun Dijamin Pemerintah Indonesia?*

Date: June 21, 2017

Rusdi Kirana membeli 234 pesawat jet penumpang dari Airbus seharga US$ 23,8 miliar pada tahun 2013. Sebelumnya tahun 2011, Lion Air juga membeli 230 pesawat Boeing 737 senilai US$ 22,4 miliar. “Publik tak tahu darimana sumber pendanaan pembelian ratusan pesawat itu,” kata Said Didu, Mantan Sekretaris Menteri BUMN.

Total pembelian Boeing dan Airbus adalah USD 46,2 milyar atau Rp 614 Trilyun! Darimana uang tsb mengingat Rusdi Kirana bukan orang terkaya di Indonesia? Orang terkaya di Indonesia adalah R. Budi dan Michael Hartono (Pemilik Group Djarum) harta US$ 17,1 miliar atau sekitar Rp 230 triliun.

Jelas uang Rp 614 trilyun itu jika bukan dari pemberian pihak tertentu, merupakan hutang yang harus dibayar. Jika hutang, kok Boeing dan Airbus mau menjual ke Lion? Jelas ada yang menjamin hutang tsb jika Lion gagal bayar. Siapa penjaminnya? *Pemerintah Indonesia.*

*Untuk bisa melobi pemerintah Indonesia, Rusdi Kirana mendekati NU dan jadi Waketum PKB lewat Muhaimin Iskandar. Dikabarkan Rusdi akan memberi Rp 1 trilyun untuk NU-Lion guna mengembangkan UKM di tahun 2014. Adakah sukses? Apakah warga NU jadi makmur? Seperti NU-SUMMA dgn Edward Suryajaya hasilnya tidak jelas bagi warga NU. Tapi Edward Suryajaya dan Rusdi Kirana sukses meraup uang.*

*Bayangkan, cuma ngasih rp 1 trilyun, dia dapat Rp 614 trilyun berupa hutang yang dijamin pemerintah Indonesia.*

*http://www.nu.or.id/post/read/50223/nu-lion-siap-lanjutkan-cita-cita-ekonomi-gus-dur*

NU Lion Siap Lanjutkan Cita-cita Ekonomi Gus Dur
Senin, 17 Februari 2014

Tangerang, NU Online
Sebuah lembaga pengembangan ekonomi masyarakat kerjasama PBNU dan Lion Group, pemilik maskapai penerbangan Lion Air, NU-Lion resmi dilaunching di Tangerang, Ahad siang (16/02). Lembaga yang diklaim bakal membackup kegiatan ekonomi kelas kecil menengah warga Nahdliyin ini sekaligus disiapkan untuk melanjutkan cita-cita ekonomi Gus Dur.

Peluncuran program kerjasama pemberdayaan ekonomi kerakyatan NU Lion diresmikan melalui penadatanganan nota kesepahaman antara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj MA dengan Direktur Utama Lion Group Rusdi Kirana di pesantren Nur Antika, Tigaraksa, Tangerang, Banten (16/02)..

Dalam prosesi MoU, nampak turut menyaksikan Mustasyar KH Ma’ruf Amin, KH Abd Ghofur, dan Menteri PDT Helmy Faishal Zaini.

Dirut Lion Group Rusdi Kirana mengatakan, program NU Lion merupakan wujud terima kasihnya kepada NU yang telah mengambil peran cukup penting dalam menjaga kebhinnekaan Indonesia. Menurut Rusdi, program ini bukan semata servis politik jelang pemilu 2014. “NU-Lion benar-benar saya persembahkan untuk NU dan Indonesia,” urainya.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengapresiasi realisasi program NU-Lion. Menurutnya, keputusan membangun kerjasama ekonomi dengan PBNU sudah tepat. Apalagi dengan niat tulus untuk membesarkan warga NU.

“Sudah pas kalau pak Rusdi gabung PKB dengan nawaitunya membesarkan warga Nahdliyin,” tandasnya.

Kiai Said juga menegaskan, NU memiliki modal sejarah cukup besar dan nyata dalam ikut membangun pondasi berdirinya NKRI. Karena itu NU tidak boleh dipinggir, NU tidak boleh jadi penonton. “NU sebagai owner sah harusnya menjadi pemilik negeri ini,”

“Hari ini insyaallah kita bisa menjawab tantangan bangsa kita dengan berbuat sesuatu lebih nyata lagi. Dari Nur Antika kebangkitan NU dimulai, dengan NU-Lion kita siap lanjutkan cita-cita ekonomi Gus Dur,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam sambutan peluncuran NU Lion.

Cak Imin yang juga Menakertrans mengatakan, dulu ketika Gus Dur menjadi Ketua Umum PBNU, pemikiran untuk mengangkat perekonomian warga NU sebenarnya sudah dimulai. Gus Dur merintisnya dengan membuka kerjasama dengan Bang Summa. Kemudian berdirilah Bank-Bank Perkreditan Rakyat bernama NUSumma. Namun sayang, program kerjasama tersebut belum maksimal. (mukafi niam)

*http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/01/29/gebrakan-rusdi-kirana-usai-gabung-di-pkb-nu-lion-siapkan-dana-rp-1-t*

Gebrakan Rusdi Kirana Usai Gabung di PKB: NU Lion Siapkan Dana Rp 1 T
Rabu, 29 Januari 2014
“Makanya kita akan memulai pertengahan Februari nanti NU Lion dengan moto: pendampingan, pelatihan dan pemodalan. NU Lion sifatnya memberikan pemodalan, pelatihan dan pemasaran. Termasuk distribusi,” ucap Rusdi.

*http://nasional.kompas.com/read/2014/01/13/1306267/Rusdi.Kirana.Jadi.Waketum.PKB.Tuai.Kecaman*

*Rusdi Kirana Jadi Waketum PKB Tuai Kecaman*

KONTRIBUTOR SURABAYA, ACHMAD FAIZAL
Kompas.com – 13/01/2014

*http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/01/15/rusdi-kirana-gabung-pkb-karena-utang-budi-ke-nu-soal-insiden-lion-air-di-solo*

Rusdi Kirana Gabung PKB Karena Utang Budi ke NU soal Insiden Lion Air di Solo?
Rabu, 15 Januari 2014

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengungkap kabar lain seputar masuknya Bos Lion Air Rudi Kirana ke partai tersebut. Sekjen PKB Imam Nachrowi menyebut adanya kecelakaan Lion Air di Solo, Jawa Tengah pada tahun 2004. Akibat peristiwa tersebut, Imam mengatakan Rusdi seperti berutang budi kepada warga NU.
“Jadi dia masuk PKB. Saya rasa itu salah satu pertimbangannya,” kata Imam di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/1/2014).

Diiberitakan di media adanya peristiwa yang dialami Lion Air dengan nomor JT 538 jenis MD-82 dari Jakarta. Pesawat tergelincir ke luar landasan Bandar Udara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, Selasa 30 November 2004.
Pesawat yang mengangkut 140 penumpang ini keluar dari landasan pacu dan nyelonong ke areal persawahan. Kondisi badan pesawat terbelah dua. Diberitakan, sebanyak 31 Penumpang meninggal dalam peristiwa tragis itu.

*http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/03/130318_bisnis_lionair_airbus*

*Misterius, Lion Beli 234 Pesawat Duit dari Mana?*

SENIN, 23 FEBRUARI 2015

TEMPO.CO, Jakarta- Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu mengatakan maskapai penerbangan Lion Air sebagai perusahaan misterius. Kiprah Lion Air dalam bisnis penerbangan banyak menimbulkan pertanyaan yang tak terjawab. “Lion Air itu perusahaan yang agak misterius,” kata Said saat dihubungi Tempo, Minggu, 22 Februari 2015.

Said mengatakan, dari pemberitaan yang muncul, Lion Air membeli pesawat Boeing dan Airbus dengan nilai hingga Rp 500 triliun. Dari logika bisnis, Rudi Kirana sebagai pemilik perusahaan semestinya punya modal minimal 30 persen dari pinjaman yang dilakukan. Dengan kata lain seharusnya Lion Air punya aset minimal Rp 150 triliun.

“Itu artinya pasti dia masuk perusahaan besar dong. Ini kan tidak. Jadi agak aneh secara logika bisnis,” kata Said. Pembelian ratusan pesawat oleh Lion Air dilakukan pada Maret 2013 lalu. Rusdi Kirana membeli 234 pesawat jet penumpang dari Airbus.

Pembelian pesawat dengan nilai mencapai US$ 23,8 miliar ini disebut-sebut sebagai pembelian terbesar dalam sejarah Airbus. Jenis pesawat yang dibeli adalah pesawat A320 dan A321. Sementara pada 2011, Lion Air juga membeli 230 pesawat Boeing 737 senilai US$ 22,4 miliar. “Publik tak tahu darimana sumber pendanaan pembelian ratusan pesawat itu,” kata Said.

Sebagai perusahaan tertutup, kondisi keuangan Lion Air memang tidak diketahui publik.Namun pemerintah sebagai regulator industri penerbangan, kata said, seharusnya punya kewenangan untuk mengetahui aspek kesehatan bisnis maskapai penerbangan. Alasannya, kesehatan bisnis perusahaan penerbangan itu terkait dengan aspek pelayanan dan keselamatan penumpang.

*http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/03/130318_bisnis_lionair_airbus*

Lion Air beli 234 pesawat dari Airbus
18 Maret 2013

*https://www.merdeka.com/uang/lion-air-terancam-gagal-bayar-utang-pembelian-ratusan-pesawat.html*

*Lion Air terancam gagal bayar utang pembelian ratusan pesawat Minggu, 22 Februari 2015*