Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 1.442 petugas kesehatan yang telah divaksinasi itu telah dipublikasi di Lancet Microbe pada Kamis, 15 Juli 2021. Di dalamnya dijelaskan bahwa antibodi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan vaksin dalam memerangi penyakit tertentu.
“Tapi, perbedaan konsentrasi antibodi penetralisir yang diidentifikasi dalam penelitian kami dapat diterjemahkan ke dalam perbedaan substansial dalam efektivitas vaksin,” tertulis dalan penelitian itu, seperti dikutip Medical Xpress, 16 Juli 2021.
Hasil penelitian itu juga memaparkan bahwa mereka yang menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac terdata memiliki tingkat antibodi yang mirip atau lebih rendah dari yang terlihat pada pasien yang tertular penyakit itu dan berhasil sembuh.
Studi ini menambah semakin banyak bukti bahwa vaksin yang menggunakan teknologi mRNA—seperti Pfixer dan Moderna—menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19, termasuk variannya. Namun, tetap, vaksin yang yang dikembangkan dengan metode virus tidak aktif yang tradisional seperti Sinovac, lebih murah untuk diproduksi dan tidak rumit untuk diangkut dan disimpan, menjadikannya alat penting untuk memerangi pandemi di negara-negara berkembang.
Ahli epidemiologi Ben Cowling, salah satu penulis laporan itu, menerangkan, orang-orang harus tetap mendapatkan vaksinasi Covid-19 dengan Sinovac jika tidak ada pilihan lain. Alasannya, beberapa perlindungan selalu lebih baik daripada tidak sama sekali.
"Jelas lebih baik pergi dan divaksinasi dengan vaksin yang kurang aktif daripada menunggu dan tidak divaksinasi. Banyak nyawa telah diselamatkan oleh vaksin itu," katanya.
Para peneliti mengatakan data mereka menyarankan strategi alternatif seperti suntikan booster mungkin diperlukan untuk meningkatkan perlindungan bagi mereka yang telah menerima vaksin Sinovac. Menurut Cowling, kapan harus memberikan suntikan booster akan menjadi fase berikutnya dari studi mereka yang sedang berlangsung.
"Prioritasnya adalah vaksin booster untuk orang yang menerima vaksin Sinovac sementara untuk orang yang awalnya menerima Pfizer mungkin tidak begitu mendesak," katanya.
0 comments:
Post a Comment