728x90 AdSpace

recentcomments
  • Latest News

    Tuesday, February 11, 2025

    Rocky Buka-Bukaan Borok Penyaluran Bansos


     TRIBUNJAKARTA.COM - Pengamat politik Rocky Gerung kaget Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, berani buka-bukaan soal borok penyaluran bansos era Presiden Jokowi.

    Menurut Rocky angkanya mencengangkan, dari Rp 500 triliun anggaran bansos, hanya setengahnya, atau Rp 250 triliun yang tepat sasaran.

    Sebanyak Rp 250 triliun lain yang merupakan hak orang miskin Indonesia, tak pernah sampai.

    "Ini sesuatu yang dahsyat karena separuh dari 500 triliun 250 triliun tidak tersalur itu itu yang betul-betul mencengangkan karena ini menyangkut tadi hak orang orang miskin," kata Rocky di channel Youtubenya, Rocky Gerung Official, tayang Senin (10/2/2025).

    Rocky pun mendesak agar anggaran selama Presiden Jokowi menjabat diaudit.

    Sebab, menurutnya, pernyataan Luhut bisa ditinjau secara pidana untuk mengklarifikasi potensi korupsi di dalamnya.

    "Kelihatannya harus ada semacam dukungan publik atau dukungan moral publik untuk membongkar atau mengaudit kembali semua penggunaan anggaran selama Presiden Jokowi berkuasa."

    "Ya tentu secara hukum orang bilang, ya kan Presiden Jokowi sudah mempertanggungjawabkan, Iya tetapi kalau itu urusan kriminal tidak ada pertanggungjawaban yang kaduluarsa karena karena korupsi. Jadi kalau terlihat jejak korupsi mau presidennya sudah selesai pun tetap dalam  hukum pidana tidak ada kadaluarsanya," jelasnya.

    Rocky menganggap pernyataan Luhut itu mengejutkan.

    Sebab, Luhut merupakan orang kepercayaan Jokowi, Presiden ke-7 yang menjabat selama 2014-2024.

    "Sangat mengejutkan karena yang mengucapkan itu adalah Luhut Binsar Pandjaitan, orang yang tahu tentang semua soal selama 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi."

    "Jadi kalau bansos yang nilainya 500 triliun hanya separuh yang tersalur dengan efektif, ini baru efektifnya ya belum soal pertanggungjawabannya, maka orang bertanya Kalau begitu yang separuh itu 250 triliun tersalur atau terkorupsi atau tidak tersalurkan, itu pertanyaan akuntansinya tuh," kata Rocky.

    Rp 250 Triliun Bansos Era Jokowi Tak Sesuai Sasaran

    Mengutip Kompas.com, Luhut mengungkapkan, dari Rp 500 triliun nilai bansos yang disalurkan pada era Presiden Jokowi, hanya setengahnya yang sesuai sasaran.

    “Selama lima tahun terakhir, saya melihat sendiri bagaimana efektivitas program perlindungan sosial menghadapi tantangan besar. Dari total Rp 500 triliun anggaran bansos, hanya separuh yang benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Data ganda, penerima yang tidak memenuhi syarat, hingga mereka yang bahkan tidak memiliki NIK menjadi kendala utama,” ujar Luhut di Jakarta, Sabtu (8/2/2025)

    Dalam upaya pembenahan ini, lanjutnya, pemerintah tengah membangun Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sebuah sistem yang mengintegrasikan tiga pangkalan data utama: Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

    Konsolidasi data ini akan diuji silang dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) milik Kementerian Dalam Negeri guna memastikan akurasi data penerima bansos.

    “Saya bersyukur, BPS [Badan Pusat Statistik] telah menyelesaikan finalisasi integrasi data ini, termasuk detail seperti nama, pendidikan terakhir, dan pekerjaan,” lanjutnya. Selain integrasi data, terang Luhut, pemerintah juga akan menyinkronkan informasi penerima manfaat dengan berbagai program perlindungan sosial lainnya, seperti bantuan sembako, subsidi listrik, dan elpiji (LPG), guna meningkatkan kualitas data dan efektivitas penyaluran.

    Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif Government Technology (GovTech), ekosistem digital pemerintahan yang diinstruksikan oleh Presiden untuk selesai pada Agustus nanti. “Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam memastikan bansos tersalurkan secara transparan, tanpa kebocoran, dan tanpa penyimpangan,” tegasnya.

    Digitalisasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi anggaran.

    Dengan integrasi dan pemutakhiran data, pemerintah dapat mengurangi kebocoran anggaran serta mengalokasikan dana bantuan secara lebih optimal, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat yang berhak.

    Dengan langkah-langkah konkret ini, dia optimistis bahwa sistem bansos yang lebih baik akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

    “Saya percaya, dengan langkah besar ini, kita sedang membangun fondasi baru bagi sistem perlindungan sosial yang lebih efisien, akurat, transparan, dan berkeadilan,” tutur Luhut.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Rocky Buka-Bukaan Borok Penyaluran Bansos Rating: 5 Reviewed By: Jass
    Scroll to Top